Selasa, 05 Mei 2015

Pengertian IP Address

Apa Itu IP Address ??

                IP Address adalah deretan angka biner dari 32 hingga 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk alamat IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.

Apa Fungsi IP Address ??


  1. Sebagai alat identifikasi host atau interface pada jaringan.

    Fungsi ini lebih mirip seperti "nama" pada setiap orang yang identik sebagai tanda pengenal.Pada komputer pun berlaku hal yang sama yaitu IP address yang unik tersebut akan digunakan sebagai tanda pengenal sebuah komputer atau device pada jaringan.
  2. Sebagai Alamat Lokasi Jaringan

    Fungsi ini lebih mirip seperti "rumah" yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai konsep IP address menurut  Aulia K. Arif & Onno W Purbo



Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id,rad.net.id,ui.ac.id,itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.
 
Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untukmengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host(komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA - salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah :  
 
InterNIC Registration Services
Network Solution Incorporated


Sedangkan untuk tingkat Asia Pasifik saat ini masih dikoordinasi oleh:
Asia Pacific Network Information Center
c/o Internet Initiative Japan, Inc.




Struktur IP Address
            IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yangdigunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host.
           Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan 
dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalampemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :
44.132.1.20
167.205.9.35
202.152.1.250
Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat pada gambar 1 berikut :


 


IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit ) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :


Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan
7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 2 berikut.


Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit
ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.










Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga
bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 4.





Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus,
yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D
yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama
suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah
komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.


Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada
kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan
rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh
menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan
kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx.








Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host.Address tersebut adalah :




·    Network Address. Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.
·    Broadcast Address.Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses pakettersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut
sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat
broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut.Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast  yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
 
Netmask. adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

 
Penutup.
Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat
sekali - semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner.
Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi
TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut.
Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk
membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang
sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan
awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.

sumber : http://batrenotes.blogspot.com/2015/04/pengertian-dan-konsep-ip-address.html

Pengertian Protokol Jaringan

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:
  • Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
  • Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  • Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  • Bagaimana format pesan yang digunakan.
  • Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  • Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
  • Mengakhiri suatu koneksi.
Prinsip – prinsip Protokol
Dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan:
  • Efektivitas
  • Kehandalan
  • Kemampuan dalam kondisi gagal di network.
Protokol Komunikasi TCP/IP Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, di antaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi
Protokol lapisan aplikasi bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol:
  • Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
  • Domain Name System (DNS)
  • Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
  • File Transfer Protocol (FTP)
  • Telnet
  • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • Simple Network Management Protocol (SNMP)
  • dan masih banyak protokol lainnya.
Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
2. Protokol lapisan antar-host :
Protokol lapisan antar-host berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah:
  • Transmission Control Protocol (TCP)
  • User Datagram Protocol (UDP) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
3. Protokol lapisan internetwork
bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah:
  • Internet Protocol (IP)
  • Address Resolution Protocol (ARP)
  • Internet Control Message Protocol (ICMP)
  • Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan
bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, Sepert:
  • LAN (Contoh: Ethernet dan Token Ring)
  • MAN/WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas:
    • Public Switched Telephone Network (PSTN)
    • Integrated Services Digital Network (ISDN)
    • Asynchronous Transfer Mode (ATM))
  • UDP ( User Datagram Protokol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP
 Sumber : http://batrenotes.blogspot.com/2015/03/pengertian-protokol-jaringan-dan-macam.html

model 7 osi layer

MODEL JARINGAN 7 OSI LAYER
Model  Open  Systems  Interconnection   (OSI)  diciptakan  oleh  International  Organization  for
Standardization      (ISO)    yang    menyediakan     kerangka     logika     terstruktur     bagaimana      proses
komunikasi    data    berinteraksi     melalui    jaringan.    Standard    ini    dikembangkan     untuk    industri
komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Model Layer OSI




Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses
komunikasi     data.    Misal,    satu    layer    bertanggungjawab      untuk    membentuk     koneksi    antar
perangkat,    sementara   layer   lainnya    bertanggungjawab     untuk   mengoreksi    terjadinya    “error”
selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus
pada   applikasi    pengguna   dan   bagaimana    file  direpresentasikan    di komputer.    Untuk   Network
Engineer,   bagian   utama   yang   menjadi   perhatiannya    adalah   pada   “lower   layer”.   Lower   layer
adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
“Open”   dalam    OSI   adalah    untuk   menyatakan    model   jaringan    yang   melakukan    interkoneksi
tanpa     memandang      perangkat     keras/    “hardware”      yang     digunakan,      sepanjang     software
komunikasi sesuai     dengan   standard.   Hal ini secara      tidak langsung     menimbulkan “modularity”
(dapat dibongkar pasang).


“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau
merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam    sebuah   layer,    protokol    saling    dipertukarkan,     dan   memungkinkan     komunikasi     terus
berlangsung.    Pertukaran    ini   berlangsung    didasarkan    pada   perangkat   keras   “hardware”    dari
vendor   yang   berbeda   dan   bermacam‐macam     alasan    atau   keinginan    yang   berbeda.   Berikut
diilustrasi dari modularity
Gambar     diatas     mencontohkan      Jasa     Antar/Kurir      yang    akan     mengantar     kiriman      paket.
“Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting,                bagaimana cara paket
sampai   ke  pesawat.   Paket   untuk   sampai   di   pesawat,   dapat   dikirim    melalui    truk   atau   kapal.
Masing‐masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai
di  Toronto.   Pesawat   terbang   membawa   paket   ke  Toronto   tanpa   memperhatikan    bagaimana
paket tersebut sampai di pesawat itu.

7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
1.   Application
2.   Presentation
3.   Session
4.   Transport
5.   Network
6.   Data Link
7.   Physical
 
Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?  


Ketika  data  ditransfer  melalui  jaringan,  sebelumnya  data tersebut   harus  melewati  ke‐tujuh
layer   dari   satu   terminal,    mulai    dari    layer   aplikasi    sampai    physical    layer,    kemudian    di   sisi
penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu
layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima
“header” dicopot sesuai dengan layernya.
Model OSI
Tujuan   utama penggunaan     model   OSI  adalah untuk membantu       desainer jaringan     memahami
fungsi dari    tiap‐tiap   layer yang    berhubungan   dengan   aliran komunikasi     data. Termasuk     jenis‐
jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model   dibagi   menjadi   7   layer,   dengan   karakteristik    dan fungsinya     masing‐masing.    Tiap   layer
harus   dapat   berkomunikasi    dengan    layer   di   atasnya    maupun   dibawahnya    secara    langsung
melalui serentetan protokol dan standard



Penjelasan Layer Dalam Osi Layer
Application Layer
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi
pengguna.    Layer     ini     bertanggungjawab    atas
pertukaran  informasi  antara  program  komputer,
seperti program e‐mail, dan service lain yang jalan
di   jaringan,  seperti  server  printer   atau  aplikasi
komputer lainnya
 




Presentation Layer
 Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana
data dikonversi dan diformat untuk transfer data.
Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen,
.gif dan  JPG untuk gambar.  Layer  ini membentuk
kode    konversi,    translasi     data,    enkripsi     dan
konversi.


Session Layer
 Session     Layer:    Menentukan    bagaimana     dua
terminal    menjaga,   memelihara   dan    mengatur
koneksi,‐  bagaimana mereka  saling  berhubungan
satu   sama    lain.    Koneksi   di    layer   ini    disebut
“session”.


Transport Layer
Transport   Layer:   Bertanggung   jawab   membagi
data   menjadi   segmen,   menjaga  koneksi  logika
“end‐to‐end”  antar   terminal,   dan   menyediakan
penanganan error (error handling).

Network Layer

Network  Layer:  Bertanggung  jawab  menentukan
alamat   jaringan,   menentukan  rute   yang   harus
diambil   selama  perjalanan,  dan  menjaga  antrian
trafik  di  jaringan.  Data  pada  layer  ini   berbentuk
paket.
 Data Link Layer
Data   Link   Layer:  Menyediakan  link   untuk  data, 
Memaketkannya  menjadi frame yang  
berhubungan     dengan     “hardware”     kemudian  
diangkut     melalui     media.    komunikasinya      dengan
kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical 
antara sistem koneksi dan penanganan error.

Physical Layer
Physical     Layer:    Bertanggung      jawab    atas    proses 
data     menjadi     bit    dan    mentransfernya       melalui 
media,  seperti  kabel,  dan  menjaga  koneksi  fisik 
antar sistem.  
KOMPONEN JARINGAN DAN PROTOKOL LAYER

1. Layer 1 – Physical


Network components:
  • Repeater
  • Multiplexer
  • Hubs(Passive and Active)
  • TDR
  • Oscilloscope
  • Amplifier
Protocols:
  • IEEE 802 (Ethernet standard)
  • IEEE 802.2 (Ethernet standard)
  • ISO 2110
  • ISDN
2. Layer Datalink


Network components:
  • Bridge
  • Switch
  • ISDN Router
  • Intelligent Hub
  • NIC
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
Media Access Control:
Communicates with the adapter card
Controls the type of media being used:
  • 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
  • 802.4 Token Bus (ARCnet)
  • 802.5 Token Ring
  • 802.12 Demand Priority
Logical Link Control
  • error correction and flow control
  • manages link control and defines SAPs
802.2 Logical Link Control

 3. Layer 3 (Network)

Network components:
  • Brouter
  • Router
  • Frame Relay Device
  • ATM Switch
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
  • IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
  • IGMP;
  • IPX
  • NWLink
  • NetBEUI
  • OSI
  • DDP
  • DECnet

4.Layer 4 – Transport

Network components:
  • Gateway
  • Advanced Cable Tester
  • Brouter
Protocols:
  • TCP, ARP, RARP;
  • SPX
  • NWLink
  • NetBIOS / NetBEUI
  • ATP

Layer 5 – Session 

Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • NetBIOS
  • Names Pipes
  • Mail Slots
  • RPC



Layer 6 – Presentation

Network components:
  • Gateway
  • Redirector
Protocols:
  • None

Layer 7 – Application
Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • DNS; FTP
  • TFTP; BOOTP
  • SNMP; RLOGIN
  • SMTP; MIME;
  • NFS; FINGER
  • TELNET; NCP
  • APPC; AFP
  • SMB